<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>San Ridwan Maulana's Web</title>
	<atom:link href="http://rihael.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rihael.wordpress.com</link>
	<description>www.sanridwan.co.cc</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2009 08:56:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='rihael.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/6db9974f8dce00f8a0f781ded8e81a67?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>San Ridwan Maulana's Web</title>
		<link>http://rihael.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title></title>
		<link>http://rihael.wordpress.com/2009/05/18/324/</link>
		<comments>http://rihael.wordpress.com/2009/05/18/324/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 08:50:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>san rihael</dc:creator>
				<category><![CDATA[domain gratis co.cc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rihael.wordpress.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Periksa Ketersediaan Domain gratis untuk Anda. Baik dipakai untuk blogger/blogspot, wordpress, multiply, friendster, myspace, link refferal/affiliasi, dan lain-lain! klik banner di bawah ini

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=324&subd=rihael&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Periksa Ketersediaan Domain gratis untuk Anda. Baik dipakai untuk blogger/blogspot, wordpress, multiply, friendster, myspace, link refferal/affiliasi, dan lain-lain! klik banner di bawah ini</p>
<p><a href="http://www.co.cc/?id=145805"><img src="http://get-banner.lookup.co.cc/banner_img/cocc468_60a.gif" border="0" alt="CO.CC:Free Domain - www.Co.cc" width="468" height="60" /></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rihael.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rihael.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rihael.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rihael.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rihael.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rihael.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rihael.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rihael.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rihael.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rihael.wordpress.com/324/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=324&subd=rihael&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rihael.wordpress.com/2009/05/18/324/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b62330ca4f82445c612987f6f54fe2b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rihael</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://get-banner.lookup.co.cc/banner_img/cocc468_60a.gif" medium="image">
			<media:title type="html">CO.CC:Free Domain - www.Co.cc</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Merawat Payudara Indah</title>
		<link>http://rihael.wordpress.com/2009/05/04/tips-merawat-payudara-indah/</link>
		<comments>http://rihael.wordpress.com/2009/05/04/tips-merawat-payudara-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 07:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>san rihael</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Pria dan Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[payudara wanita]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rihael.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Kelainan pada payudara pastilah merupakan mimpi buruk bagi wanita. Percaya diri lenyap, dan tak jarang memengaruhi hubungan dengan pasangan.
Apa saja kelainan payudara dan bagaimana merawat payudara agar sehat dan indah?
Payudara ternyata juga butuh perawatan agar bisa sehat dan indah terawat. Kelainan pada payudara timbul dalam berbagai bentuk. Ada pula yang karena faktor bawaan, pula karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=320&subd=rihael&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://sanridwan.co.cc"><img class="alignleft" style="border:1px solid;" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:OuYdqUCOcN4WHM:http://awwwww.org/richard/articleimages/breast_cancer_walk.jpg" alt="" width="135" height="90" /></a>Kelainan pada payudara pastilah merupakan mimpi buruk bagi wanita. Percaya diri lenyap, dan tak jarang memengaruhi hubungan dengan pasangan.</p>
<p>Apa saja kelainan payudara dan bagaimana merawat payudara agar sehat dan indah?</p>
<p>Payudara ternyata juga butuh perawatan agar bisa sehat dan indah terawat. Kelainan pada payudara timbul dalam berbagai bentuk. Ada pula yang karena faktor bawaan, pula karena kelainan hormon. Menurut dr. Sonar Soni Panigoro, SpB.K-Onk dari Klinik Swadana Bedah Tumor RSCM, Jakarta, secara garis besar kelainan-kelainan pada payudara wanita terbagi dalam 5 kelompok besar, yakni:</p>
<p>1. Infeksi Payudara</p>
<p>Infeksi ini terbagi dua, infeksi pada masa menyusui dan infeksi yang umumnya sering terjadi. &#8220;Bisa akibat kuman atau virus dari luar yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya, payudara akan membengkak dan muncul keluhan rasa nyeri,&#8221; tutur Sonar. Infeksi payudara lebih sering terjadi pada wanita yang sedang menyusui. Pasalnya, air susu ibu (ASI) merupakan media paling subur bagi pertumbuhan kuman-kuman penyakit. Jika ada hambatan dalam proses pengeluaran air susu, maka kuman jadi lebih mudah masuk.</p>
<p>&#8220;Wanita yang sedang menyusui kerap mengeluh demam. Selain itu, payudara akan terasa sakit dan memerah. Kalau infeksi sudah parah, bisa pecah seperti bisul,&#8221; tambah Sonar. Namun, bukan tak mungkin infeksi juga dialami wanita yang tidak sedang menyusui. &#8220;Ini akibat masuknya kuman pada lapisan kelenjar payudara.&#8221;</p>
<p>2. Kelainan Bawaan</p>
<p>Payudara manusia sebenarnya seperti pada binatang. Manusia memiliki 6 pasang payudara. Posisi yang akan menjadi cikal bakal payudara dimulai dari pangkal ketiak hingga selangkangan. Pada saat kehamilan 10 minggu, ini akan hilang, kecuali di kiri-kanan dada. Pada beberapa orang, fase tersebut bisa saja terhambat. &#8220;Ini dapat menyebabkan tumbuh payudara lebih dari sepasang. Oleh sebab itu, beberapa wanita memiliki payudara lebih dari sepasang. Bahkan, payudara tambahan ini kadang dilengkapi puting susu juga,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Besar-kecilnya kelenjar payudara tambahan ini pun bervariasi. &#8220;Lebih sering terjadi, adanya gumpalan kelenjar payudara pada salah satu sisi ketiak. Tapi, ada pula yang kelenjar payudaranya tidak terbentuk sama sekali, atau perkembangan kedua payudara tidak berjalan normal,&#8221; tambah Sonar.</p>
<p>Wanita dengan kelainan seperti ini biasanya tak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Tak jarang, kelainan bawaan ini membuat wanita kehilangan rasa percaya dirinya. Dokter biasanya akan mengambil langkah operasi estetika. Menurut Sonar, munculnya kelenjar payudara tambahan ini juga perlu diwaspadai. &#8220;Soalnya, benjolan yang tumbuh sebagai payudara tambahan ini kemungkinan bisa berkembang menjadi tumor.&#8221;<span id="more-320"></span>3. Status Hormon</p>
<p>Kelainan hormonal cukup sering dikeluhkan wanita. Timbul nyeri dan pegal pada payudara. Keluhan sering terjadi menjelang atau ketika tiba masa menstruasi. &#8220;Rasa sakit bervariasi, ada yang nyeri biasa, tapi ada juga yang merasa nyeri luar biasa,&#8221; tutur Sonar.</p>
<p>Payudara disiapkan tubuh untuk memproduksi air susu pada akhir masa kehamilan. Ketika menstruasi, kondisi payudara dipengaruhi oleh hormon kewanitaan. &#8220;Ini yang membuat payudara terasa lebih padat dan kencang. Tak jarang disertai munculnya benjolan, selain keluar cairan dari kedua puting susu.&#8221; Sonar mengganggap kelainan hormonal ini merupakan reaksi wajar. &#8220;Kecuali bila muncul rasa sakit yang hebat, sebaiknya segera kunjungi dokter.&#8221;</p>
<p>4. Neoplasma-Tumor</p>
<p>Tumor terbagi tumor jinak dan ganas. &#8220;Selama 30 tahun ini, pasien di Indonesia lebih banyak mendatangi dokter setelah tumor yang diidapnya memasuki stadium lanjut,&#8221; ungkap Sonar. Hal itu tentu saja mengakibatkan pengobatan medis yang diberikan tidak maksimal.</p>
<p>5. Kelainan lain</p>
<p>Salah satunya adalah trauma pada payudara. &#8220;Trauma dapat terjadi karena adanya benturan keras pada payudara,&#8221; jelas Sonar.</p>
<p>Oleskan Minyak zaitun</p>
<p>Berkurangnya kekencangan payudara merupakan momok bagi kaum wanita. Oleh sebab itu, payudara perlu dirawat, selayaknya kita merawat bagian tubuh lainnya.</p>
<p>1. Kenakan bra untuk menjaga bentuk payudara tetap indah. Pilih ukuran bra yang sesuai agar dapat menopang payudara dengan baik.</p>
<p>2. Bersihkan secara rutin daerah seputar puting susu dengan kapas yang dibasahi air hangat.</p>
<p>3. Oleskan minyak zaitun pada payudara untuk menjaga kelembaban. Agar hasilnya lebih maksimal, lakukan pijatan ringan dengan gerakan lembut.</p>
<p>4. Lakukan senam ringan dengan fokus untuk memperkuat otot dada.</p>
<p>Awas Kanker Payudara</p>
<p>Gejala awal penyakit yang jadi momok wanita ini ditandai munculnya benjolan sebesar kelereng.</p>
<p>Benjolan ini tak teraba dengan tangan ketika ukurannya masih kecil. Selain itu, salah satu puting susu mengeluarkan cairan berwarna merah dan berbekas di bra. Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.</p>
<p>Kanker payudara merupakan salah satu penyakit paling mematikan di Indonesia. &#8220;Ini karena beberapa faktor. Bisa jadi mereka enggak tahu atau merasa malu berobat. Kebanyakan pasien lebih memilih pengobatan alternatif. Mereka mendatangi dokter setelah penyakitnya mencapai stadium lanjut,&#8221; papar Sonar.</p>
<p>Salah satu upaya mengetahui kelainan pada payudara adalah dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). SADARI dapat dilakukan 7-10 hari sesudah menstruasi hari terakhir. Untuk membantu proses ini, oleskan sedikit minyak zaitun atau busa sabun mandi di permukaan payudara. Ini akan memperlicin permukaan payudara. Selain itu tangan menjadi lebih sensitif meraba kemungkinan adanya benjolan di payudara.</p>
<p>Langkah-langkah melakukan SADARI:</p>
<p>a. Dalam posisi berbaring telentang, letakkan tangan kanan di bawah kepala. Letakkan sebuah bantal kecil di bawah punggung sebelah kanan.</p>
<p>b. Raba seluruh bagian payudara sebelah kanan dengan menggunakan 3 ujung jari tengah yang dirapatkan.</p>
<p>c. Lakukan gerakan memutar dan tekanan lembut tetapi mantap. Lakukan gerakan ini mulai dari bagian pinggir searah jarum jam.</p>
<p>d. Ulangi gerakan serupa pada payudara sebelah kiri. Rasakan dan perhatikan dengan seksama, apabila muncul benjolan yang mencurigakan.</p>
<p>e. Tekan pelan-pelan daerah di sekitar puting. Perhatikan, apakah puting mengeluarkan cairan yang tidak normal.</p>
<p>f. Dalam posisi berdiri dan lengan lurus ke bawah, teliti kedua payudara di depan cermin. Perhatikan, bila ada benjolan atau perubahan bentuk payudara.</p>
<p>g. Angkat kedua lengan lurus ke atas. Ulangi langkah di atas.</p>
<p>Jangan Asal Besar</p>
<p>Besar-kecilnya ukuran payudara memang relatif, tak sama pada masing-masing wanita.</p>
<p>Namun, ada asumsi, payudara yang besar akan lebih indah. Akibatnya, banyak wanita yang merasa tak puas dengan ukuran payudara mereka dan berusaha melakukan rekonstruksi payudara, baik dengan operasi payudara maupun pemakaian obat-obatan yang dipercaya bisa membesarkan ukuran payudara.</p>
<p>&#8220;Tindakan operasi payudara tidak boleh dilakukan sembarangan, seperti yang terjadi di salon-salon kecantikan, misalnya,&#8221; ujar Sonar. Operasi pembesaran payudara sebaiknya dilakukan dokter ahli bedah estetika. Pasalnya, pembesaran payudara secara ilegal dapat berakibat fatal. Pada beberapa kasus, akibat fatal terjadi karena penyuntikan silikon cair pada kelenjar payudara. &#8220;Silikon menyebar dan bereaksi dengan organ tubuh lainnya. Ini sangat berbahaya,&#8221; lanjut Sonar. &#8220;Yang benar adalah dengan silikon dalam kantung yang ditanam pada kelenjar payudara. Tindakan ini aman selama dilakukan dengan benar.&#8221;</p>
<p>Belakangan juga banyak beredar produk perawatan untuk memperbesar ukuran payudara. Sebagian wanita ada yang mencoba produk berbentuk krim untuk membesarkan payudara.</p>
<p>&#8220;Tapi ini pun belum terbukti efektif. Perkembangan payudara hanya bisa dipengaruhi oleh faktor hormonal,&#8221; tukas Sonar. Penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon juga tidak disarankan. Pasalnya, hal itu dapat menyebabkan efek samping tertentu, seperti kenaikan berat badan dan munculnya kelainan lain.</p>
<p>sumber : kompas</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rihael.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rihael.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rihael.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rihael.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rihael.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rihael.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rihael.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rihael.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rihael.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rihael.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=320&subd=rihael&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rihael.wordpress.com/2009/05/04/tips-merawat-payudara-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b62330ca4f82445c612987f6f54fe2b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rihael</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:OuYdqUCOcN4WHM:http://awwwww.org/richard/articleimages/breast_cancer_walk.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Wajib Diketahui Pria, Perlu Bagi Wanita</title>
		<link>http://rihael.wordpress.com/2009/05/04/wajib-diketahui-pria-perlu-bagi-wanita/</link>
		<comments>http://rihael.wordpress.com/2009/05/04/wajib-diketahui-pria-perlu-bagi-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 07:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>san rihael</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Pria dan Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia kebagiaan.pria dan wanita]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rihael.wordpress.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[
Dibanding wanita mayoritas pria cenderung tidak terlalu peduli dengan tubuhnya. Sering kali berbuat sembarangan. Disadari atau tidak, tindakan yang sering dilakoni itu bisa berakibat buruk bagi kesehatan seksualnya.
Pria &#8211; pria yang mengalami gangguan fungsi seksualnya tidak menyadari bila hal itu diakibatkan kebiasaan yang mereka anggap lumrah. 
Jika Anda seorang wanita? Dan, saat ini sedang gundah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=317&subd=rihael&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><a href="http://sanridwan.co.cc"><img class="alignleft" style="border:1px solid;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:FhOIgVP9t5178M:http://stngah4t1.blog.friendster.com/files/man-women.jpg" alt="" width="90" height="119" /></a><br />
<span class="style6">Dibanding wanita mayoritas pria cenderung tidak terlalu peduli dengan tubuhnya. Sering kali berbuat sembarangan. Disadari atau tidak, tindakan yang sering dilakoni itu bisa berakibat buruk bagi kesehatan seksualnya.</span></p>
<p><span class="style6">Pria &#8211; pria yang mengalami gangguan fungsi seksualnya tidak menyadari bila hal itu diakibatkan kebiasaan yang mereka anggap lumrah. </span></p>
<p><span class="style6">Jika Anda seorang wanita? Dan, saat ini sedang gundah belum juga memiliki keturunan meski sudah menikah lebih dari dua tahun? Perhatikan kebiasaan pasangan Anda. Siapa tahu salah satu hal buruk atau bahkan semuanya mirip dengan kebiasaan pasangan Anda. Anda memiliki peran sangat penting untuk mengharmoniskan hubungan cinta kasih.</span></p>
<p><span class="style6">Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan:</span></p>
<p><span class="style6">1. Jangan Suka Pakai Celana Ketat</span></p>
<p><span class="style6">Penggunaan celana ketat yang terlalu sering akan membawa efek buruk bagi reproduksi sperma. Celana (juga celana dalam) yang ketat akan membuat buah zakar menempel ketat pada tubuh secara tidak wajar. Hal ini mengakibatkan suhu zakar meningkat yang mengakibatkan proses reproduksi sperma terganggu. </span></p>
<p><span class="style6">2. Jangan Memangku Laptop </span></p>
<p><span class="style6">Sperma sangat sensitif terhadap panas. Karena itu, para dokter menganjurkan kaum pria tidak berlama-lama berendam air panas, meringkuk di dalam ruang spa, atau memangku laptop.</span></p>
<p><span class="style6">Sebuah penelitian yang dimuat di Jurnal Human Reproduction yang diterbitkan di Inggris pada 2004 menyebutkan, kombinasi panas yang dihasilkan laptop dengan panas yang dihasilkan gaya duduk yang merapatkan paha agar laptop bisa diletakkan dengan seimbang, justru akan mengganggu produksi sperma. Peningkatan lebih dari 1 derajat dari ambang batas akan berakibat negatif pada sperma.</span></p>
<p><span class="style6">3. Tingkatkan Konsumsi Vitamin C </span></p>
<p><span class="style6">Beberapa penelitian menunjukkan, suplemen yang mengandung vitamin C, seng L-carnitine (asam amino), bisa membantu meningkatkan kualitas sperma. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 47 pria dengan mortilitas sperma yang buruk. Mereka diberi 3 gram L-carnitine sehari dan ternyata, suplemen tersebut mampu menggandakan jumlah sperma.</span><span id="more-317"></span><span class="style6">4. Kurangi Rokok </span></p>
<p><span class="style6">Merokok akan membuat pembuluh darah mengkerut, termasuk pada organ seks. Merokok akan meningkatkan risiko gangguan ereksi, karena aliran darah menuju penis berkurang.</span></p>
<p><span class="style6">Penelitian yang dilakukan di Inggris yang dilansir Healthnewsday menunjukkan, 78% dari 1.011 pasien gangguan ereksi adalah perokok. Sementara studi yang dilakukan Universitas Kedokteran Yale menyebutkan sekitar 40% pria yang menghabiskan rokok sebungkus per hari mengalami disfungsi ereksi, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi rokok.</span></p>
<p><span class="style6">5. Gaya Hidup </span></p>
<p><span class="style6">Impotensi bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya bila pembuluh arteri menuju penis mengalami penyumbatan. Namun, tak perlu terlalu khawatir tentang hal itu, karena program empat langkah yang meliputi: diet vegetarian rendah lemak, berhenti merokok, berjalan kaki setengah jam setiap hari, dan belajar mengelola stres, ternyata bisa membantu memperbaiki gangguan potensial jenis ini.</span></p>
<p><span class="style6">6. Makan Tomat Lebih Banyak</span></p>
<p><span class="style6">Buah tomat bisa mengurangi resiko kanker prostat sebanyak 45%. Hal ini karena tomat kaya akan lycopene yang merupakan antioksidan pencegah kanker.</span></p>
<p><span class="style6">Penemuan ini dihasilkan dari penelitian selama tujuh tahun oleh Universitas Harvard yang melibatkan 47.000 orang pria usia paruh baya. Tak peduli bagaimana tomat dikonsumsi, bisa dalam bentuk sup atau saus, tomat tetap menyehatkan.</span></p>
<p><span class="style6">7. Cukup Tidur</span></p>
<p><span class="style6">Kurang tidur justru membuat pria loyo dan tak bergairah saat bekerja, padahal tidur cukup bisa mencegah penuaan dini. Saat tidur kita menghasilkan Hormon Somatropin, sebuah hormon yang sangat berperan penting untuk menghambat proses penuaan yang bekerja untuk regenerasi sel.</span></p>
<p><span class="style6">Ketika jadwal tidur mengalami gangguan, hormon tersebut tak bisa berproduksi dengan baik, akibatnya regenerasi sel akan terhambat.</span></p>
<p><span class="style6">8. Olahraga </span></p>
<p><span class="style6">Sebuah penelitian yang mendukung hal ini mengadakan riset yang melibatkan 95 pria berusia sekitar 48 tahun. Di mana 17 orang berjalan kaki selama satu jam, empat kali seminggu. Selebihnya berlatih aerobik.</span></p>
<p><span class="style6">Setelah 9 bulan, ternyata para pria yang berolahraga dengan berjalan kaki tidak menunjukkan perubahan dalam kehidupan seksual mereka. Sebaliknya, para pria dari kelompok aerobik dilaporkan mengalami lompatan dalam gairah seks, bahkan sekitar 30% lebih banyak melakukan hubungan intim. </span></p>
<p>sumber : kapanlagi.com</p>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rihael.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rihael.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rihael.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rihael.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rihael.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rihael.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rihael.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rihael.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rihael.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rihael.wordpress.com/317/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=317&subd=rihael&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rihael.wordpress.com/2009/05/04/wajib-diketahui-pria-perlu-bagi-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b62330ca4f82445c612987f6f54fe2b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rihael</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:FhOIgVP9t5178M:http://stngah4t1.blog.friendster.com/files/man-women.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Metode Penelitian Pendidikan</title>
		<link>http://rihael.wordpress.com/2009/04/20/metode-penelitian-pendidikan/</link>
		<comments>http://rihael.wordpress.com/2009/04/20/metode-penelitian-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 14:39:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>san rihael</dc:creator>
				<category><![CDATA[metode penelitian bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[metode penelitian pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[proposal penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rihael.wordpress.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Penelitian pendidikan pada umumnya mengandung dua ciri pokok, yaitu logika dan pengamatan empiris (Babbie, 1986:16). Kedua unsur penciri pokok penelitian ini harus dipakai dengan konsisten, artinya dua unsur itu harus memiliki hubungan fungsional-logis. Dalam hal ini logika merujuk kepada (a) pemahaman terhadap teori yang digunakan dan (b) asumsi dasar yang digunakan oleh peneliti ketika akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=313&subd=rihael&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span style="color:black;">Penelitian pendidikan pada umumnya mengandung dua ciri pokok, yaitu logika dan pengamatan empiris (Babbie, 1986:16). Kedua unsur penciri pokok penelitian ini harus dipakai dengan konsisten, artinya dua unsur itu harus memiliki hubungan fungsional-logis. Dalam hal ini logika merujuk kepada (a) pemahaman terhadap teori yang digunakan dan (b) asumsi dasar yang digunakan oleh peneliti ketika akan memulai kegiatan penelitian. Di samping itu pengamatan empiris bertolak dari (a) hasil kerja indera manusia dalam melaksanakan observasi dan kekuatan pemahaman manusia terhadap data-data lapangan. Kegiatan antara penggunaan logika dan pengamatan empirik harus  berjalan konsisten: artinya kedua unsur (logika dan pengamatan empiris) harus memiliki keterpaduan dan memungkinkan terjadi dialog intensif. Dengan demikian pengamatan empiris harus dilakukan sesuai dengan pertimbangan logis yang ada. Sebagai contoh: dalam bidang pendidikan menurunnya prestasi siswa dapat diterangkan dengan asumsi bahwa (a) telah terjadi berkurangnya minat siswa terhadap mata pelajaran tertentu di sekolah sebagai akibat dari terbatasnya prasarana laboratorium dan buku penunjang belajar (b) telah terjadi penurunan rerata nilai ujian untuk matakuliah tertentu, disebabkan  guru belum memahami pelaksanaan kurikulum yang berbasis kepada KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan). <strong></strong></span></p>
<div><span style="color:black;">Penelitian pendidikan sebenarnya suatu proses untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar konsep yang dijadikan bahan kajian dalam penelitian. Hubungan antar konsep itu ditunjukkan dalam sebuah hubungan &#8230;&#8230;..Setiap konsep yang kembangkan sebagai variabel penelitian harus dapat menunjukkan beberapa indikator empirik yang ada di lapangan. Sebagai contoh konsep kemampuan mengajar guru, maka indikator empirik yang dapat diketahui adalah (a) kemampuan penggunaan metode belajar guru di dalam kelas (b) penguasaan materi belajar pada mata pelajaran tertentu di kelas, dan (c) kemampuan guru mengadakan asosiasi beberapa mata pelajaran tertentu di kelas.<strong></strong></span></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Hakekat pendidikan untuk mencerdaskan dan mencetak nilai-nilai luhur mengalami reduksi besar-besaran yang cenderung bertumpu pada kepentingan pragmatis liberal semata. Dunia dalam percepatan bukan diisi oleh generasi yang mampu menghadapi perubahan, melainkan lebih pada generasi yang mengabdi pada kekuasaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Arah pendidikan makin jelas menuju pada kepentingan jangka pendek, seolah anak ditempa menjadi manusia yang harus paham berbagai masalah dengan mengabaikan kebebasan individunya. Anak diharuskan menjadi pribadi dengan predikat superlatif (serba cakap-pandai), sedangkan yang tak memenuhinya silakan minggir. Menurut Benny, ini akibat proses belajar yang terjadi bukan secara humanistik melainkan doktriner (h.103) sehingga pantaslah pendidikan kita hanya menghasilkan generasi robot, generasi yang dituntut selalu seragam hingga menafikan perilaku luhur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">kutipan: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Pendidikan memang perlu, tapi esensinya sudah tak penting lagi sehingga yang dikejar adalah titel selangit. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Singkatnya, salah seorang pelopor pendidikan kita, R.A Kartini, menyebut perengkuhan pendidikan berarti habis gelap terbitlah terang. Dalam sejarah pendidikan di Indonesia, KI Hajar Dewantoro sebagai Bapak Pendidikan Nasional sebagai bukti konkrit lain, bahwa melalui pendidikanlah manusia Indonesia bisa jadi maju dan beradab sehingga bisa bergaul, sejajar, dan dikenal di antara bangsa-bangsa di dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Dalam prakteknya, pendidikan memang beragam. Beberapa metode pendidikan yang diterapkan oleh Rasulullah Muhammad SAW di antaranya melalui tiga tingkatan, yakni lisan, tangan, dan hati. Tiga aspek pendidikan ini kemudian dijabarkan oleh para ahli terori pendidikan dari Barat, misalnya Bloom, dengan pemenuhan aspek-aspek pengetahuan (cognitive), keterampilan (psychomotor), dan sikap (affective). Jelasnya, gabungan tiga aspek inilah yang dikehendaki oleh Islam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Di bangku sekolah, teori pendidikan dan tujuan pendidikan di atas kelihatannya rumit sekali. Mahasiswa bisa dibuat puyeng oleh segudang teori pendidikan. Padahal jika dikaji lebih dalam, kenyataannya tidaklah demikian. Hakekat pendidikan sebenarnya sederhana dan mudah diterapkan. Pula hasilnya bisa direngkuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Metodologi dalam arti umum, adalah studi yang logis dan sistematis tentang prinsip-prinsip yang mengarahkan penelitian ilmiah. Dengan demikian, metodologi dimaksudkan sebagai prinsip-prinsip dasar dan bukan sebagai methods atau cara-cara untuk melakukan penelitian<em>.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Dalam bahasa sehari-hari, pengertian methodology dan methods ini sering dikacaukan. Seringkali  dijumpai istilah metodologi atau metode penelitian, padahal yang dimaksudkan sebenarnya adalah methods atau cara penelitian-sebagai salah satu tahap dalam metodologi penelitian yang kemudian dituangkan dalam usulan penelitian. Dengan demikian, istilah ”metodologi” di sini adalah dalam arti yang terbatas/sempit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Sebagai suatu pola, cara penelitian tidak bersifat kaku-bagaimanapun, suatu cara hanyalah alat (tool) untuk mencapai tujuan. Cara penelitian digunakan secara bervariasi, tergantung antara lain pada obyek (formal) ilmu pengetahuan, tujuan penelitian, dan tipe data yang akan diperoleh. Penentuan cara penelitian sepenuhnya tergantung pada logika dan konsistensi peneliti. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Pembuatan usulan penelitian merupakan suatu langkah konkret pada tahap awal penelitian. Seorang guru yang baru meneliti atau ingin meneliti, dalam hal ini ingin memperoleh informasi dari instrumen yang digunakan. Guru harus memiliki sejumlah keterampilan khusus. Demikian pula, penelitian itu sedapat mungkin ditujukan untuk memecahkan suatu masalah pendidikan yang dihadapi oleh masyarakat, negara, dan ilmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Sebagai suatu proses, penelitian membutuhkan tahapan-tahapan tertentu yang oleh Bailey disebut sebagai suatu siklus yang lazimnya diawali dengan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">1.       pemilihan masalah dan pernyataan hipotesisnya (jika ada);</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">2.       pembuatan desaian penelitian;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">3.       pengumpulan data;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">4.       pembuatan kode dan analisis data; dan diakhiri dengan intepretasi hasilnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Dalam kenyataannya, seorang peneliti dapat mengakhiri penelitiannya setelah interpretasi hasil. Akan tetapi, proses penelitian sendiri tidak berhenti pada tahap itu. Ada kemungkinan bahwa penelitian yang dilakukan tidak membawa hasil sebagaimana yang diharapkan. Dalam hal ini peneliti perlu melakukan revisi atas asumsi/ hipotesisnya dengan melewati tahap pertama. Atau, mungkin juga asumsi/hipotasisnya benar tetapi terdapat kesalahan pada hal-hal lain, misalnya kesalahan dalam penentuan sampel, kesalahan dalam penentuan sampel, kesalahan dalam pengukuran konsep-konsep, atau ketidaktepatan analisis data. Maka dalan hal ini peneliti harus mengulang seluruh proses penelitiannya (Bailey, 1982:10). Pendapat ini memperkuat posisi, bahwa pelaksanaan penelitian bersifat dinamis: yaitu penelitian yang bersifat terbuka, dilakukan dengan berbagai pendekatan yang tidak kaku (rigit). Proses penelitian diketahuai adalah proses yang dinamis, artinya perkembangan suatu teori diawali dengan pemahaman terhadap teori itu sendiri, yang kemudian menghasilkan hipotesis, lalu dari hipotesis itu diperoleh cara untuk melakukan observasi, dan pada gilirannya observasi itu menghasilkan generalisasi. Atas dasar generalisasi inilah teori itu mungkin didukung atau ditolak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Pada hakekatnya sebuah <strong>penelitian adalah pencarian jawaban dari pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya oleh peneliti.</strong> Selanjutnya hasil penelitian akan berupa jawaban atas pertanyaan yang diajukan pada saat dimulainya penelitian. Untuk menghasilkan jawaban tersebut dilakukan pengumpulan, pengolahan dan analisis data dengan menggunakan metode tertentu. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa satu ciri khas penelitian adalah bahwa penelitian merupakan proses yang berjalan secara terus-menerus hal tersebut sesuai dengan kata aslinya dalam bahasa inggris yaitu research, yang berasal dari kata <em>re</em> dan <em>search</em> yang berarti pencarian  kembali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Biasanya, begitu seorang peneliti mendapatkan ide adanya masalah atau pertanyaan tertentu, maka pada saat itu juga seorang peneliti mungkin sudah mempunyai jawaban sementara atas masalah itu. Dengan demikian seorang peneliti harus berfikir : Apakah masalah  yang sedang terjadi, apakah pertanyaan  yang ingin dicari jawabnya, atau apakah hipotesis yang akan diuji. Dalam melakukan penelitian, berbagai macam metode digunakan seiring dengan rancangan penelitian yang digunakan. Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab dalam menyusun  rancangan penelitian diantaranya adalah: Pendekatan apa yang akan digunakan, metode penelitian dan cara pengumpulan data apa yang dapat digunakan dan bagaimana cara menganalisis data yang diperoleh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Yang perlu diperhatikan bahwa sifat masalah akan menentukan cara-cara pendekatan yang sesuai, dan akhirnya akan menentukan rancangan penelitiannya. Saat ini berbagai macam rancangan penelitian telah dikembangkan dan salah satu jenis rancangan penelitian adalah <strong>Penelitian  Deskriptif.</strong> Berbagai macam definisi tentang penelitian deskriptif, di antaranya adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yang lain (Sugiyono : 2003). Pendapat lain mengatakan bahwa, penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan (Suharsimi Arikunto : 2005). Jadi tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat penjelasan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Dalam arti ini pada penelitian deskriptif sebenarnya tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan atau komparasi, sehingga juga tidak memerlukan hipotesis. Namun demikian, dalam perkembangannya selain menjelaskan tentang situasi atau kejadian yang sudah berlangsung sebuah penelitian deskriptif juga dirancang untuk membuat komparasi maupun untuk mengetahui hubungan atas satu variabel kepada variabel lain. Karena itu pula penelitian komparasi dan korelasi juga dimasukkan dalam kelompok penelitian deskriptif (Suharsimi Arikunto : 2005). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Secara lebih mendalam tujuan penelitian korelasi  adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan antar variabel yang diteliti. Penelitian jenis ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling hubungannya. Hasil yang diperoleh adalah taraf atau tinggi rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidak ada saling hubungan tersebut. Dalam penelitian komparatif akan dihasilkan informasi mengenai sifat-sifat gejala yang dipersoalan, diantaranya apa sejalan dengan apa, dalam kondisi apa, pada urutan dan pola yang bagaimana, dan yang sejenis dengan itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Dalam kaitannya dengan tugas mengajar guru maka <strong>jenis penelitian yang diharapkan adalah penelitian yang memiliki dampak terhadap pengembangan profesi guru dan peningkatan mutu pembelajaran.</strong> Untuk itu walaupun penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif yang bersifat ex post facto, namun tetap harus <strong>mendeskripsikan upaya yang telah dilakukan guru untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran</strong> (Suhardjono: 2005)<strong>.</strong> Upaya tersebut dapat berupa penggunaan metode pembelajaran yang baru, metode penilaian atau upaya lain dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapi guru atau dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran. Dilihat dari syarat penelitian deskriptif yang sesuai dengan kegiatan pengembangan profesi tersebut (mendeskripsikan upaya yang telah dilakukuan), sebenarnya penelitian seperti itu dapat dikategorikan sebagai jenis penelitian Pre Experimental Design One Shot Case Study atau One-Group Pretest-Posttest Design (Sugiyono: 2003). Namun demikian, karena pelaksanaan penelitian dilakukan setelah kejadian berlangsung maka tetap dapat dikatakan sebagai penelitian deskriptif. Lebih tepatnya, rancangan penelitian seperti itu dapat disebut <strong>penelitian deskriptif analitis yang berorientasi pemecahan masalah</strong>, karena sesuai dengan aplikasi tugas guru dalam memecahkan masalah pembelajaran atau dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME%7E1/OPERAT%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" alt="diagram" width="529" height="412" /><!--[endif]--><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><strong><span style="color:black;">Ilustrasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Sebagai ilustrasi dapat digambarkan sebagai berikut. Pak Sahid seorang guru Fisika </span><span style="color:black;">SMP</span><span style="color:black;"> kelas IX. Dia mempunyai masalah di kelas IX-A karena siswanya sering gaduh dan malas dalam mengikuti pelajaran. Berkali-kali pak Sahid sudah memperingatkan siswanya agar mengikuti pelajaran dengan baik, tetapi masih belum berhasil juga. Untuk itu dia berfikir untuk menemukan cara bagaimana menarik perhatian siswa agar mau mengikuti pelajaran dengan baik dan aktif dalam belajar. Untuk itu pak Sahid mencoba menerapkan metoda pembelajaran dengan metode penemuan/inkuiri ditambah penggunaan berbagai media pembelajaran. Mulailah dirancang langkah-langkah pembelajaran tersebut dan dituangkannya dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Selanjutnya pak Sahid mulai menerapkan metode tersebut yang ternyata mampu menarik siswanya sehingga mau mengikuti pelajaran dengan baik dan lebih aktif dari sebelumnya. Selama pelajaran berlangsung pak Sahid mencatat segala tingkah laku siswa, mana hal-hal yang membuat siswa senang dan termotivasi, dan mana yang kurang menarik siswa. Dia juga merekam nilai yang diperoleh siswa sebelum dan setelah metode tersebut diterapkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Karena keberhasilannya tersebut pak Sahid ingin mengetahui lebih mendalam tentang sebab-sebab siswa tidak tertarik dan kemudian menjadi tertarik untuk mengikuti pelajaran. Dia mulai menanyai (wawancara) siswanya tentang apa yang membuat menarik dan mana yang tidak menarik, mana yang perlu dilakukan dan mana yang tidak perlu dan sebagainya. Selain itu dia juga membuat angket yang dimaksudkan untuk mengetahui lebih dalam pendapat siswa terhadap metode pembelajaran yang diterapkannya. Dari hasil wawancara, angket maupun hasil penilaian, kemudian dilakukan analisis dan pembahasan tentang penyebab ketidaktertarikan dan penyebab ketertarikan siswa, hal-hal yang membuat siswa bergairah dan sebagainya. Selanjutnya pak Sahid menuliskan segala pengalamannya dalam bentuk laporan penelitian, dituliskannya upaya yang telah dilakukan tersebut secara sistematis mulai dari latar belakang mengapa dia menerapkan metode pembelajaran baru, rumusan masalahnya, landasan teori dan metode penelitian yang digunakan serta te </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Demikian tadi, pak Sahid sudah melakukan penelitian deskriptif analitis tentang upaya yang telah dilakukan untuk memecahkan masalah dalam proses pembelajaran di knik analisis/pembahasan dan akhirnya menyusun kesimpulan hasil penelitiannya.      kelasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Sebuah penelitian beranjak dari masalah yang ditemukan atau dirasakan. Yang dimaksud <strong>masalah adalah setiap hambatan atau kesulitan yang membuat seseorang ingin memecahkannya.</strong> Jadi sebuah masalah harus dapat dirasakan sebagai satu hambatan yang harus diatasi apabila kita ingin melakukan sesuatu. Dalam arti lain sebuah <strong>masalah terjadi karena adanya kesenjangan (gap) antara kenyataan dengan yang seharusnya.</strong> Penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah itu, atau dengan kata lain dapat menutup atau setidak-tidaknya memperkecil kesenjangan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Setelah masalah diidentifikasi, dipilih, maka lalu perlu dirumuskan. Perumusan ini penting, karena berdasarkan rumusan tersebut akan ditentukan metode pengumpulan data, pengolahan data maupun analisis dan peyimpulan hasil penelitian. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan masalah, yaitu: Sebaiknya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, padat dan jelas, memberi petunjuk tentang memungkinkannya pengumpulan data, dan cara menganalisisnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Setelah masalah dirumuskan, maka langkah selanjutnya adalah mencari teori-teori, konsep-konsep yang dapat dijadikan landasan teoritis penelitian yang akan dilakukan itu. Hal lain yang lebih penting makna dari penelaahan kepustakaan adalah untuk memperluas wawasan keilmuan bagi para calon peneliti, karena kita sadari bahwa semua informasi yang berkaitan dengan keilmuan dalam hal ini teori ataupun hasil penelitian para ahli semua sudah tertuang dalam kepustakaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Secara garis besar, sumber bacaan itu dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu (a) sumber acuan umum, dan (b) sumber acuan khusus. Teori-teori dan konsep-konsep pada umumnya dapat diketemukan dalam sumber acuan umum, yaitu kepustakaan yang berwujud buku-buku teks, ensiklopedia, dan sejenisnya. Generalisasi-generalisasi dapat ditarik dari laporan hasil-hasil penelitian terdahulu itu pada umumnya seperti jurnal, tesis, disertasi dan lain-lain sumber bacaan yang memuat laporan hasil penelitian. Dua kriteria yang biasa digunakan untuk memilih sumber bacaan itu ialah (a) prinsip kemutakhiran  dan (b) prinsip relevansi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Setelah peneliti menjelaskan permasalahan secara jelas maka diperkirakan selanjutnya adalah suatu gagasan tentang letak persoalan atau masalahnya dalam hubungan yang letak-letak persoalan atau masalahnya dalam hubungan yang lebih luas. Dalam hal ini peneliti harus dapat memberikan sederetan asumsi dasar atau anggapan dasar. Anggapan dasar ini merupakan landasan teori di dalam melaporkan hasil penelitian nanti. Untuk sebuah <strong>penelitian deskriptif yang bertujuan mendeskripsikan gejala yang ada maka setelah ditetapkan anggapan dasar maka dapat langsung melangkah pada identifikasi variabel.</strong> Namun untuk penelitian deskriptif yang akan dilanjutkan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel, maka langkah berikutnya adalah merumuskan hipotesis. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><strong><span style="color:black;">Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian,</span></strong><span style="color:black;"> sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Konsep penting lain mengenai hipotesis adalah mengenai hipotesis nol. Hipotesis nol, yang biasa dilambangkan dengan Ho, adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya saling hubungan antara dua variabel atau lebih, atau hipotesis yang menyatakan tidak adanya perbedaan antara kelompok yang satu dan kelompok yang lainnya. Di dalam analisis statistik, uji statistik biasanya mempunyai sasaran untuk menolak kebenaran hipotesis nol itu. Hipotesis lain yang bukan hipotesis nol disebut hipotesis alternatif, yang biasa dilambangkan dengan Ha, yang menyatakan adanya saling hubungan antara dua variabel atau lebih, atau menyatakan adanya perbedaan dalam hal tertentu pada kelompok-kelompok yang berbeda. Pada umumnya, kesimpulan uji statistik berupa penerimaan hipotesis alternatif sebagai hal yang benar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Selanjutnya perlu dilakukan identifikasi variabel dan variabel-variabel tersebut perlu didefinisikan secara operasional. Penyusunan definisi operasional ini perlu, karena definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data mana yang cocok untuk digunakan.Variabel dapat dibedakan atas kuantitatif dan kualitatif. Contoh variabel kuantitatif misalnya banyaknya siswa dalam kelas, jumlah alat praktikum yang disediakan dan sejenisnya. Contoh variabel kualitatif misalnya kedisiplinan siswa, keseriusan guru dalam mengajar, dan sejenisnya. Berkaitan dengan kuantifikasi, data biasa digolongkan menjadi empat jenis, yaitu <strong>(1) data nominal; (2) data ordinal; (3) data interval; dan (4) data ratio.</strong> Demikian pula variabel, kalau dilihat dari segi ini biasa dibedakan cara yang sama. Variabel nominal, yaitu variabel yang ditetapkan berdasar atas proses penggolongan, contoh : jenis kelamin, status perkawinan, dan sejenisnya.  Variabel ordinal, yaitu variabel yang disusun berdasarkan atas jenjang dalam atribut tertentu. Jenjang tertinggi biasa diberi angka 1, jenjang di bawahnya diberi angka 2, lalu dibawahnya diberi angka 3, dan dibawahnya lagi diberi angka 4, dan seterusnya. Contoh : hasil lomba cerdas cermat, peringkat siswa di kelas, dan sejenisnya. Variabel interval, yaitu variabel yang dihasilkan dari pengukuran, yang di dalam pengukuran itu diasumsikan terdapat satuan (unit) pengukuran yang sama. Contoh : variabel interval misalnya prestasi belajar, sikap terhadap metode pembelajaran, dan sejenisnya. Variabel ratio, adalah variabel yang dalam kuantifikasinya memiliki angka nol mutlak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Dalam hal subyek peneltian, maka peneliti dapat memilih apakah akan meneliti populasi atau sampel. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Setelah peneliti melakukan persiapan seperti dijelaskan di atas, maka selanjutnya dilakukan pengumpulan data. Untuk seorang guru, pengumpulan data dapat dilakukan di kelasnya sendiri. Dalam hal rancangan penelitian deskriptif aplikatif, maka pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan angket (bagi siswa </span><span style="color:black;">SMP</span><span style="color:black;">, SMA, SMK) atau wawancara (bagi siswa TK atau SD) dan data yang dikumpulkan misalnya tentang tanggapan siswa atas metode pembelajaran baru yang telah dilakukan guru atau hasil observasi atas sikap siswa pada saat guru menyajikan pembelajaran dengan metode baru. Data lain yang perlu dikumpulkan misalnya adalah nilai hasil belajar siswa, yang diperoleh dari metode dokumentasi, dan keaktifan siswa, yang diperoleh dari hasil pengamatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, perlu segera dilakukan pengolahan data. Pertama-tama data itu diseleksi atas dasar reliabilitas dan validitasnya. Data yang rendah reliabilitas dan validitasnya serta data yang kurang lengkap digugurkan atau dilengkapi sesuai aturan. Selanjutnya data yang lolos seleksi tersebut disajikan dalam bentuk tabel, diagram, dan lain-lain agar memudahkan dalam pengolahan serta analisis selanjutnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Data hasil olahan tersebut kemudian harus dianalisis, untuk data kuantitatif (data dalam bentuk bilangan) dianalisis secara statistik, untuk data yang bersifat kualitatif (deskriptif kualitatif) dilakukan analisis non statistik. Data deskriptif kualitatif sering hanya dianalisis menurut isinya dan karenanya analisis seperti ini juga disebut analisis isi (content analysis). Dalam analisis deskriptif, data disajikan dalam bentuk tabel data yang berisi frekuensi, dan kemudian dihitung <strong>mean, median, modus, persentase, standar deviasi</strong> atau lainnya. Untuk analisis statistik, model analisis yang digunakan harus sesuai dengan rancangan penelitiannya. Apabila penelitian yang dilakukan guru hanya berhenti pada penjelasan masalah dan upaya pemecahan  masalah yang telah dilakukan (untuk meningkatkan mutu pembelajaran), maka setelah disajikan data hasil wawancara, angket, pengamatan atau dokumentasi, maka selanjutnya dianalisis atau dibahas dan diberi makna atas data yang disajikan tersebut. Tetapi apabila penelitian juga dimaksudkan untuk mengetahui tingkat hubungan maka harus dilakukan pengujian hipotesis sebagaimana hipotesis yang telah ditetapkan untuk diuji. Misalnya uji statistik yang dilakukan adalah uji hubungan, maka akan diperoleh hasil uji dalam dua kemungkinan, yaitu hubungan antar variabel-variabel penelitian atau perbedaan antara sampel-sampel yang diteliti, dengan taraf signifikansi tertentu, misalnya 5% atau 10%., atau dapat terjadi hubungan antar variabel penelitian atau perbedaan antara sampel yang diteliti tidak signifikan. Apabila ternyata dari hasil pengujian diketahui bahwa hipotesis alternatif diterima (hipotesis nol ditolak) berarti menyatakan bahwa dugaan tentang adanya saling hubungan atau adanya perbedaan diterima sebagai hal yang benar, karena telah terbukti demikian. Sebaliknya dalam kemungkinan hasil yang kedua dinyatakan hipotesis alternatif tidak terbukti kebenarannya, maka berati hipotesis nol yang diterima. Dengan telah diambilnya hasil pengujian mengenai penerimaan atau penolakan hipotesis maka berati analisis statistik telah selesai, tetapi perlu diingat bahwa pelaksanaan penelitian masih belum selesai, karena hasil keputusan tersebut masih harus diberi interprestasi atau pemaknaan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Hasil analisis dari pengujian hipotesis dapat dikatakan masih bersifat faktual, untuk itu selanjutnya perlu diberi arti atau makna oleh peneliti. Dalam pemaknaan sering kali hasil pengujian hipotesis penelitian didiskusikan atau dibahas dan kemudian ditarik kesimpulan. Dalam penelitian dipastikan seorang peneliti mengharapkan hipotesis penelitiannya akan terbukti kebenarannya. Jika memang demikian yang terjadi, maka kemungkinan pembahasan menjadi tidak terlalu berperan walaupun tetap harus dijelaskan arti atau maknanya. Tetapi jika hipotesis penelitian itu ternyata tidak tahan uji, yaitu ditolak, maka peranan pembahasan menjadi sangat penting, karena peneliti harus mengekplorasi dan mengidentifikasi sumber masalah yang mungkin menjadi penyebab tidak terbuktinya hipotesis penelitian. Akhirnya dalam <strong>kesimpulan harus mencerminkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan.</strong> Jangan sampai antara masalah penelitian, tujuan peneltian, landasan teori, data, analisis data dan kesimpulan tidak ada runtutan yang jelas. Apabila penelitian mengikuti alur atau sistematika berpikir yang runut seperti itu maka penelitian akan dapat dikatakan telah memiliki konsistensi dalam alur penelitiannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa program bimbingan difokuskan pada tiga jenis karya ilmiah, yaitu penelitian deskriptif, penelitian eksperimen dan penelitian tindakan kelas. Dalam kaitannya dengan penilaian angka kredit guru terhadap penulisan karya ilmiah, maka salah satu kriteria karya tulis ilmiah adalah Asli, Perlu, Ilmiah, dan Konsisten (Suharjono, 2006). Jadi yang perlu diperhatikan bahwa karya tulis ilmiah tersebut harus asli buatan sendiri (bukan dibuat orang lain), perlu atau bermanfaat untuk pengembangan profesi guru, ilmiah dalam arti sesuai kaidah keilmuan dan penulisan ilmiah, serta konsisten dalam hal bidang yang diteliti, yang diantaranya meliputi kesesuaian dengan tugas guru yaitu bidang pendidikan khususnya pembelajaran, dan sesuai dengan latar belakang guru yang bersangkutan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Sehubungan dengan kriteria di atas, maka yang berkaitan dengan nilai kemanfaatan adalah keharusan adanya tindakan yang bermanfaat atau upaya yang dilakukan oleh guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Dengan demikian, jenis karya tulis ilmiah yang sesuai dengan kriteria tersebut adalah jenis penelitian tindakan kelas dan penelitian eksperimen. Dengan demikian meskipun jenis penelitian deskriptif diperbolehkan, namun tetap harus memiliki nilai manfaat untuk pengembangan profesinya. Jadi tidak boleh hanya penelitian yang sifatnya mendeskripsikan kejadian yang ”biasa” terjadi, misalnya (yang banyak ditulis dan ditolak/tidak diberikan angka kredit) : Hubungan Antara Kondisi Ekonomi Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa, Kaitan antara Kurikulum dengan Motivasi Belajar Siswa, Peranan Perpustakaan Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa, dan sejenisnya. Penelitian tentang hal itu memang termasuk penelitian yang bersifat ilmiah, tetapi kurang bermanfaat dalam hal pengembangan profesi guru. Agar penelitian deskriptif tetap memiliki nilai manfaat yang tinggi maka materi yang diangkat sebaiknya tetap berupa deskripsi atau telaah tentang tindakan yang dilakukan atau upaya yang telah dilakukan oleh guru (si penulis sendiri) untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Supaya lebih jelas di sini dikutip pendapat Suhardjono (2006) dalam hal <strong>karya tulis ilmiah yang tidak memenuhi persyaratan dalam hal kemanfaatan</strong>:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">”(a) Masalah yang dikaji terlalu luas, tidak langsung berhubungan dengan permasalahan yang berkaitan dengan upaya pengembangan profesi si penulis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;"> (b) Masalah yang ditulis tidak menunjukan adanya kegiatan nyata penulis dalam peningkatan/pengembangan profesinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;"> (c)   Masalah yang ditulis sangat mirip dengan KTI yang telah ada sebelumnya, telah jelas jawabannya, kurang jelas manfaatnya, dan merupakan hal yang mengulang-ulang.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" align="justify"><span style="color:black;">Selain hal di atas, agar sebuah karya tulis ilmiah benar-benar meyakinkan bahwa penelitian tersebut benar-benar dilakukan, maka <strong>harus dilampirkan</strong> beberapa hal yang berkaitan dengan penelitan seperti instrumen (pedoman wawancara, pedoman observasi, angket, test hasil relajar dll),  contoh hasil kerja siswa, data hasil penelitian,  print-out analisis, daftar hadir, ijin penelitian, serta bukti lain yang dipandang perlu. </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rihael.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rihael.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rihael.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rihael.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rihael.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rihael.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rihael.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rihael.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rihael.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rihael.wordpress.com/313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=313&subd=rihael&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rihael.wordpress.com/2009/04/20/metode-penelitian-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b62330ca4f82445c612987f6f54fe2b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rihael</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/OPERAT%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">diagram</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NUPTK DEPOK JAWA BARAT</title>
		<link>http://rihael.wordpress.com/2009/03/23/nuptk-depok-jawa-barat/</link>
		<comments>http://rihael.wordpress.com/2009/03/23/nuptk-depok-jawa-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 03:49:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>san rihael</dc:creator>
				<category><![CDATA[NUPTK Depok]]></category>
		<category><![CDATA[NUPTK depok jawa barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rihael.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[HASIL NUPTK PER JANUARI 2009 DINAS PENDIDIKAN KOTA DEPOK
silahkan download klik disini
mudah &#8211; mudahan bermanfaat ya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=309&subd=rihael&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>HASIL NUPTK PER JANUARI 2009 DINAS PENDIDIKAN KOTA DEPOK</p>
<p>silahkan download <a href="http://www.teknosoftmedia.com/disdik/nuptk/NUPTK%20FEB%20UPTO%20DATE.xls">klik disini</a></p>
<p>mudah &#8211; mudahan bermanfaat ya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rihael.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rihael.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rihael.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rihael.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rihael.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rihael.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rihael.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rihael.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rihael.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rihael.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=309&subd=rihael&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rihael.wordpress.com/2009/03/23/nuptk-depok-jawa-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b62330ca4f82445c612987f6f54fe2b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rihael</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>(THE BEAUTIFUL NAMES OF GOD) Asmaul Husna</title>
		<link>http://rihael.wordpress.com/2009/03/12/the-beautiful-names-of-god-asmaul-husna/</link>
		<comments>http://rihael.wordpress.com/2009/03/12/the-beautiful-names-of-god-asmaul-husna/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 04:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>san rihael</dc:creator>
				<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[(THE BEAUTIFUL NAMES OF GOD) Asmaul Husna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rihael.wordpress.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[
ALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan Asmaul Husna.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa al-Asma al-Husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil.
Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. (H.R. Bukhari dan Muslim)
Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=301&subd=rihael&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">ALLAH memiliki nama-nama yang baik yang disebut dengan <em>Asmaul Husna</em>.<br />
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa al-Asma al-Husna ini jumlahnya ada 99, karena ALLAH menyukai bilangan yang ganjil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Sesungguhnya ALLAH mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa menghitungnya, niscaya ia masuk surga. <strong>(H.R. Bukhari dan Muslim)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Sembilan puluh sembilan nama tsb menggambarkan betapa baiknya ALLAH. Nama-nama dalam Asmaul Husna ini, ALLAH sendirilah yang menciptakannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Dia-lah ALLAH yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, yang Mempunyai Nama-Nama yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. <strong>(QS. Al-Hasyr: 24)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Hanya milik ALLAH asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. <strong>(QS. Al-A&#8217;râf: 180)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Katakanlah: &#8220;Serulah ALLAH atau serulah AR-RAHMAN. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia mempunyai al asmaul husna (nama-nama yang terbaik)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Dialah ALLAH, tiada Tuhan melainkan Dia, Dia mempunyai al-asmaul-husna (nama-nama yang baik)&#8221;- (Surah Thaha:8)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://rihael.wordpress.com/2009/03/12/the-beautiful-names-of-god-asmaul-husna/"><img src="http://img.youtube.com/vi/ULD2MhckXY0/2.jpg" alt="" /></a></span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"> <span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://rihael.wordpress.com/2009/03/12/the-beautiful-names-of-god-asmaul-husna/"><img src="http://img.youtube.com/vi/nIZR9_0CdMg/2.jpg" alt="" /></a></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;"><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://rihael.wordpress.com/2009/03/12/the-beautiful-names-of-god-asmaul-husna/"><img src="http://img.youtube.com/vi/7kHpT41ycVs/2.jpg" alt="" /></a></span><br />
</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rihael.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rihael.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rihael.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rihael.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rihael.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rihael.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rihael.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rihael.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rihael.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rihael.wordpress.com/301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=301&subd=rihael&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rihael.wordpress.com/2009/03/12/the-beautiful-names-of-god-asmaul-husna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b62330ca4f82445c612987f6f54fe2b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rihael</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/ULD2MhckXY0/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/nIZR9_0CdMg/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/7kHpT41ycVs/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Taubat Kepada Allah SWT</title>
		<link>http://rihael.wordpress.com/2009/03/12/taubat-kepada-allah-swt/</link>
		<comments>http://rihael.wordpress.com/2009/03/12/taubat-kepada-allah-swt/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 03:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>san rihael</dc:creator>
				<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[doa taubat dalam al-quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rihael.wordpress.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[


Keutamaan Taubat dan Orang-orang yang Bertaubat dalam al Qur&#8217;an
Tentang dorongan dan anjuran untuk bertobat, Al Qur&#8217;an berbicara:
&#8220;Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.&#8221; (QS. Al Baqarah: 222).
Maka derajat apa yang lebih tinggi dari pada mendapatkan kasih sayang Rabb semesta alam.
Dalam menceritakan tentang ibadurrahman yang Allah SWT berikan kemuliaan dengan menisbahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=294&subd=rihael&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h3 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:3; 	font-size:13.5pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:line-through;"><em><span style="font-size:10pt;">Keutamaan Taubat dan Orang-orang yang Bertaubat dalam al Qur&#8217;an</span></em></span></h3>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Tentang dorongan dan anjuran untuk bertobat, Al Qur&#8217;an berbicara:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.&#8221; (QS. Al Baqarah: 222).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Maka derajat apa yang lebih tinggi dari pada mendapatkan kasih sayang Rabb semesta alam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Dalam menceritakan tentang ibadurrahman yang Allah SWT berikan kemuliaan dengan menisbahkan mereka kepada-Nya, serta menjanjikan bagi mereka surga, di dalamnya mereka mendapatkan ucapan selamat dan mereka kekal di sana, serta mendapatkan tempat yang baik. Firman Allah SWT:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan)dosa(nya).&#8221; (QS. Al Furqaan: 68-70.).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Keutamaan apalagi yang lebih besar dari pada orang yang bertaubat itu mendapatkan ampunan dari Allah SWT , hingga keburukan mereka digantikan dengan kebaikan?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Dan dalam penjelasan tentang keluasan ampunan Allah SWT dan rahmat-Nya bagi orang-orang yang bertaubat. Allah SWT berfirman:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Katakanlah: &#8220;Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; (QS. Az-Zumar: 53)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Ayat ini membukakan pintu dengan seluas-luasnya bagi seluruh orang yang berdosa dan melakuan kesalahan. Meskipun dosa mereka telah mencapai ujung langit sekalipun. Seperti sabda Rasulullah Saw:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertaubat, niscaya Allah SWT akan memberikan taubat kepada kalian.&#8221; (Hadist diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abi Hurairah, dan ia menghukumkannya sebagai hadits hasan dalam kitab sahih Jami&#8217; Shagir &#8211; 5235)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Di antara keutamaan orang-orang yang bertaubat adalah: Allah SWT menugaskan para malaikat muqarrabin untuk beristighfar bagi mereka serta berdo&#8217;a kepada Allah SWT agar Allah SWT menyelamatkan mereka dari azab neraka. Serta memasukkan mereka ke dalam surga. Dan menyelamatkan mereka dari keburukan. Mereka memikirkan urusan mereka di dunia, sedangkan para malaikat sibuk dengan mereka di langit. Allah SWT berfirman:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;(Malaikat-malaikat) yang memikul &#8216;arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): &#8220;Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala, ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka kedalam surga &#8216;Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak -bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari(pembalasan?)kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar.&#8221; (QS.Ghaafir: 7-9).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Terdapat banyak ayat dalam Al Qur&#8217;an yang mengabarkan akan diterimanya taubat orang-orang yang melakukan taubat jika taubat mereka tulus, dengan banyak redaksi. Dengan berdalil pada kemurahan karunia Allah SWT, ampunan dan rahmat-Nya, yang tidak merasa sempit dengan perbuatan orang yang melakukan maksiat, meskipun kemaksiatan mereka telah demikian besar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Seperti dalam firman Allah SWT:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hambaNya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang? .&#8221; (QS. At-Taubah: 104)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Dan Dialah Yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan.&#8221; (QS. Asy-Syuuraa: 25)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Dan dalam menyipati Dzat Allah SWT: &#8220;Yang mengampuni dosa dan menerima taubat.&#8221; (QS. Ghaafir: 3)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Terutama orang yang bertaubat dan melakukan perbaikan. Atau dengan kata lain, orang yang bertaubat dan melakukan amal yang saleh. Seperti dalam firman Allah SWT dalam masalah pria dan wanita yang mencuri:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Maka barangsiapa yang bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu, dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Maaidah: 39)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Tuhanmu telah menetapkan atas diriNya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya, dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; (QS. Al An&#8217;aam: 54)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat setelah itu, dan memperbaiki ( dirinya) sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; (QS. An-Nahl: 119)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Puja-puji terhadap Allah SWT dengan nama-Nya &#8220;at-Tawwab&#8221; (Maha Penerima Taubat) terdapat dalam al Quran sebanyak sebelas tempat. Seperti dalam do&#8217;a Ibrahim dan Isma&#8217;il a.s.: </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha penerima taubat lagi Maha Penyayang.&#8221; (QS. Al Baqarah: 128).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Juga seperti dalan sabda Nabi Musa kepada Bani Israil setelah mereka menyembah anak sapi:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Maka bertaubatlah kepada Tuhan Yang menjadikan kamu, dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu, pada sisi Tuhan Yang menjadikan kamu, maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah yang Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang .&#8221; (QS. Al Baqarah: 54) </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">Allah SWT berfirman kepada Rasul-Nya:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohon ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa: 64)</span></p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://rihael.wordpress.com/2009/03/12/taubat-kepada-allah-swt/"><img src="http://img.youtube.com/vi/2gVOSs1ypS4/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://rihael.wordpress.com/2009/03/12/taubat-kepada-allah-swt/"><img src="http://img.youtube.com/vi/1gqyIukuwlk/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://rihael.wordpress.com/2009/03/12/taubat-kepada-allah-swt/"><img src="http://img.youtube.com/vi/zg1rh5pX1tk/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rihael.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rihael.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rihael.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rihael.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rihael.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rihael.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rihael.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rihael.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rihael.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rihael.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=294&subd=rihael&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rihael.wordpress.com/2009/03/12/taubat-kepada-allah-swt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b62330ca4f82445c612987f6f54fe2b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rihael</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/2gVOSs1ypS4/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/1gqyIukuwlk/2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/zg1rh5pX1tk/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dzikir Akbar maulid Nabi Muhammad SAW</title>
		<link>http://rihael.wordpress.com/2009/03/02/dzikir-akbar-maulid-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://rihael.wordpress.com/2009/03/02/dzikir-akbar-maulid-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 05:50:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>san rihael</dc:creator>
				<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[dzkir akbar maulid nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rihael.wordpress.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[
kunjungi http://www.majelisrasulullah.org/
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=262&subd=rihael&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://www.wisdom-media.com/" target="_BLANK"><img src="http://www.majelisrasulullah.org/images/stories/istiqlal.gif" border="0" alt="" width="431" height="113" /></a></p>
<p>kunjungi <a href="http://www.majelisrasulullah.org/">http://www.majelisrasulullah.org/</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rihael.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rihael.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rihael.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rihael.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rihael.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rihael.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rihael.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rihael.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rihael.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rihael.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=262&subd=rihael&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rihael.wordpress.com/2009/03/02/dzikir-akbar-maulid-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b62330ca4f82445c612987f6f54fe2b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rihael</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.majelisrasulullah.org/images/stories/istiqlal.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MAULID TANDA KEGEMBIRAAN UMAT</title>
		<link>http://rihael.wordpress.com/2009/03/02/maulid-tanda-kegembiraan-umat/</link>
		<comments>http://rihael.wordpress.com/2009/03/02/maulid-tanda-kegembiraan-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 05:26:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>san rihael</dc:creator>
				<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[mawlid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rihael.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[

 
Dan ketika hampir tiba saatnya kelahiran insan tercinta ini, gema ucapan selamat datang yang hangat berkumandang di langit dan bumi. Hujan kemurahan Ilahi tercurah atas penghuni alam dengan lebatnya,
Lidah malaikat bergemuruh mengumumkan kabar gembira kuasa Alloh menyingkap tabir rahasia tersembunyi, membuat cahaya Nur-Nya terbit sempurna di alam nyata;

 &#8221; CAHAYA MENGUNGGULI SEGENAP CAHAYA &#8220;
 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=256&subd=rihael&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan ketika hampir tiba saatnya kelahiran insan tercinta ini, gema ucapan selamat datang yang hangat berkumandang di langit dan bumi. Hujan kemurahan Ilahi tercurah atas penghuni alam dengan lebatnya,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lidah malaikat bergemuruh mengumumkan kabar gembira kuasa Alloh menyingkap tabir rahasia tersembunyi, membuat cahaya Nur-Nya terbit sempurna di alam nyata;</p>
<p><img class="alignleft" style="border:1px solid;" src="http://tbn0.google.com/images?q=tbn%3Ai3VA9JA_V0QN-M%3Ahttp%3A%2F%2Fsachrony.files.wordpress.com%2F2008%2F01%2Fhabib-ali-bungur.jpg&#038;w=150&#038;h=94" alt="" width="150" height="94" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>&#8221; CAHAYA MENGUNGGULI SEGENAP CAHAYA &#8220;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Ketetapan-Nya pun terlaksana atas orang pilihan yang ni&#8217;mat-Nya disempurnakan bagi mereka; yang menunggu detik-detik kelahirannya; sebagai penghibur pribadinya yang beruntung; dan ikut bergembira mereguk ni&#8217;mat berlimpah ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Maka hadirlah dengan taufik Alloh; As-Sayyidah Maryam dan As-sayyidah Asiah, bersama sejumlah bidadari surga yang beroleh kemuliaan agung yang di bagi-bagikan oleh Alloh atas mereka yang di kehendaki.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan tibalah saat yang telah di atur Alloh bagi kelahiran (maulud) ini. Maka menyingsinglah fajar keutamaan nan cerah terang benderang menjulang tinggi&#8230;&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">.Dan lahirlah insan pemuji dan terpuji_tunduk khusyu&#8217; di hadapan Alloh,dengan segala penghormatan tulus dan sembah sujud.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">demikianlah syair yang ditujukan atas peristiwa di detik-detik kelahiran Nabi Saw yang di gubah oleh Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Imam Nawawy Al-Banteny Al-Jawy<span> </span>didalam kitabnya yang berjudul “Madaarij” menyatakan : “ bahwa orang yang mementingkan aktif didalam peringatan maulid Nabi Muhammad S.a.w. itu adalah dari pada sebesar-besarnya ibadah dengan diisi pembacaan Al-Qur’an, bersedekah, dan menerangkan sejarah kelahiran Nabi S.a.w.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sabda Nabi S.a.w. :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Barang siapa yang membesarkan mauledku akan aku tolong baginya di hari kiamat dan barang siapa yang membelanjakan satu dirham buat peringatan mauledku<span> </span>seolah-olah membelanjakan satu gunung emas untuk sabilillah”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sayyidina Abu Bakar A-Shiddiq R.a. berkata : “Barang siapa yang membelanjakan uang satu dirham buat maulid Nabi maka aku sahabatnya di hari kiamat&#8221;.<span id="more-256"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sayidina Umar Bin Khattab R.a. berkata : “Barang siapa yang membesarkan mauled Nabi Muhammad S.a.w sesungguhnya orang itu menghidupkan agama Islam&#8221;.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sayidina Ustman Bin Affan R.a. : “Barang siapa yang membelanjakan uang satu dirham buat maulid Nabi S.a.w. maka sesungguhnya orang tersebut seperti hadir di perang Badar dan Hunain”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sayidina Ali bin Abi Tholib K.w.h. : ” barang siapa yang membesarkan mauled Nabi Muhammad S.a.w maka apabila mati masuk sorga”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Imam Syafi’I r.h.m. : “ siapa yang mengumpulkan saudaranya buat hadir di<span> </span>tempat mauled Nabi S.a.w. lalu menyediakan makanan serta berbuat baik di dalamnya maka orang tersebut di hari kiamat akan di bangkitkan bersama para shidiqin, Syuhada dan Sholihin dan berada di surga An-Na’im. Namun apa penertian maulid itu ?&#8221;.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Maulid secara bahasa berarti adalah hari kelahiran adapun maulid yang biasa kita kenal adalah suatu perayaan/peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad S.a.w. yang di selenggarakan secara berjamaah dibacakan ayat-ayat Alqur&#8217;an<span> </span>dan riwayat hidup kekasih Alloh Nabi Muhammad Saw serta sholawat dan pujian-pujian kepada beliau Saw, dengan maksud mengagungkan martabat Nabi Muhammad SAW dan memperlihatkan kegembiraan Kaum muslimin menyambut kelahiran beliau S.a.w.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Assayid Al-Hafizd Al-musnid Prof.Dr. Muhammad Bin Alwy Al-Maliky Al-Hasaniy mufti Mekkah mengutarakan tentang ja&#8217;iznya/bolehnya perayaan atau peringatan maulid Nabi SAW didalam kitabnya yang berjudul &#8220;Mafahim Yajibu An Tusahhah” , yang kita sebutkan beberapa diantaranya:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">a)<span> </span>peringatan maulid memantulkan kegembiraan kaum muslimin menyambut junjungan mereka, Nabi Muhammad SAW. bahkan orang kafir pun beroleh manfaat dari sikapnya yang menyambut gembira kelahiran beliau seperti Abu Lahab, misalnya. sebuah hadist didalam Shohih Bukhori menerangkankan, bahwa tiap hari senin Abu Lahab diringankan adzabnya, karena memerdekakan budak perempuannya, tsuwaibah, sebagai tanda kegembiraannya menyambut kelahiran putera saudaranya. &#8216;abdulloh bin abdulmutholib, yaitu Nabi Muhammad Saw, jadi jika orang kafir saja beroleh manfaat dari kegembiraannya menyambut kelahiran Nabi Muhammad Saw apalagi orang beriman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">b)<span> </span>Rosululloh S.a.w. sendiri menghormati hari kelahiran beliau, dan bersyukur kepada Alloh S.W.T. atas karunia ni’mat-Nya yang besar itu. Beliau dilahirkan di alam wujud sebagai hamba Alloh yang paling mulia dan sebagai rahmat bagi seluruh wajud. Cara beliau menghormati hari kelahirannya ialah dengan berpuasa. Sebuah Hadist dari Abu Qotadah menuturkan, bahwa ketika Rosululloh S.a.w. ditanya oleh beberapa orang sahabat mengenai puasa beliau tiap hari senin, beliau menjawab: “pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu juga Alloh menurunkan wahyu kepadaku” ( diriwayatkan oleh Muslim<span> </span>didalam “Shahih”_nya ).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Puasa yang beliau lakukan itu merupakan cara beliau memperingati hari maulidnya sendiri. Memang tidak berupa perayaan, tetapi makna dan tujuannya adalah sama, yaitu peringatan. Peringatan dapat dilakukan dengan cara berpuasa, dengan memberi makan kepada fihak yang membutuhkan, dengan berkumpul untuk berzikir dan bersholawat, atau dengan menguraikan keagungan perilaku beliau sebagai manusia termulia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">C) pernyataan senang dan gembira menyambut kelahiran Nabi<span> </span>Muhammad S.a.w. merupakan tuntunan Al_Qur’an. Alloh berfirman:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“ Katakanlah :<span> </span>dengan karunia Alloh dan rahmat_Nya, hendaklah (dengan itu ) mereka bergembira “.<span> </span>(S. Yunus:58)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Alloh S.W.T memerintahkan kita bergembira atas rahmat_Nya, dan Nabi Muhammad S.a.w. jelas merupakan rahmat terbesar bagi kita dan alam semesta :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“Dan kami tidak mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta “ . (S. Al_Anbiya : 107).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">D)<span> </span>Memuliakan Rosululloh S.a.w. adalah ketentuan syari’at yang wajib dipenuhi. Memperingati ulang tahun kelahiran beliau dengan memperlihatkan kegembiraan, menyelenggarakan walimah, mengumpulkan jama’ah untuk berzikir mengingat beliau, menyantuni kaum fakir miskin dan amal-amal kebajikan lainnya adalah bagian dari cara kita menghormati dan memuliakan beliau. Itu semua menunjukan pula betapa betapa besar kegembiraan dan perasaan syukur kita kepada Alloh atas hidayat yang dilimpahkan kepada kita melalui seorang Nabi dan Rosul pilihan-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">E)<span> </span>Perayaan atau peringatan maulid Nabi dipandang baik oleh para ulama dan kaum muslimin di semua negri, dan diadakan oleh mereka. Menurut kai’dah hukum syara’ kegiatan demikian itu adalah Mathlub syar’an ( menjadi tuntutan syara’ ). Hadist mauquf dari Ibnu Mas’ud R.a. megaskan : “ apa yang di pandang baik oleh kaum muslimin, di sisi Alloh itu adalah baik, dan apa yang di pandang buruk oleh kaum muslimin, disisi Alloh itu adalah buruk “ (Hadist di keluarkan oleh Imam Ahmad).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">BEBERAPA PANDANGAN PARA ULAMA MENGENAI MAULID.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">•<span> </span>Telah berkata Sulthanul-&#8217;Arifin Jalaluddin as-Sayuthi dalam kitabnya berjudul &#8220;al-Wasaail fi syarhisy Syamaail&#8221;:- &#8220;Tidak ada sebuah rumah atau masjid atau tempat yang dibacakan padanya Mawlidin Nabi s.a.w. melainkan akan dikitari/dikelilingi/diselubungi tempat itu oleh para malaikat akan ahli yang hadir di tempat tersebut serta dirantai mereka oleh Allah dengan rahmat. Para malaikat yang diselubungi/diliputi/dikalungi cahaya yaitu Jibril, Mikail, Israfil, Qarbail, &#8216;Aynail, ash-Shaafun, al-Haafun dan al-Karubiyyun, maka bahwasanya mereka berdoa bagi siapa-siapa<span> </span>yang menjadi sebab untuk pembacaan Mawlidin Nabi s.a.w. &#8220;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Imam as-Sayuthi berkata: &#8220;Tidak ada seseorang Islam yang<span> </span>diperbacakan dalam rumahnya akan Mawlidin Nabi s.a.w. melainkan diangkat Allah kemarau, wabah, kebakaran, malapetaka, bala bencana, kesengsaraan, permusuhan, hasad dengki, kejahatan &#8216;ain (sihir pandangan) dan kecurian daripada ahli rumah tersebut, maka apabila dia mati, Allah akan mempermudahkan atasnya menjawab soal<span> </span>Munkar dan Nakir dan adalah dia ditempatkan pada kedudukan as-Shidq di sisi Allah Raja yang Maha Berkuasa.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mungkin ada yang bertanya kenapa ada orang baca mawlid tetapi masih menerima malapetaka dan bencana. Apa mau dikata, bahkan para Nabi pun mendapat musibah duniawi sebagai ujian daripada Allah s.w.t., karena semuanya berlaku atas kehendak Allah semata-mata. namun musibah duniawi adalah ringan dibanding musibah berbentuk maknawi. Keselamatan dari musibah maknawi ini yang diutamakan, biar rumah kita dicuri asalkan iman dan kesabaran serta tawakkal kita pada Allah tidak turut dicuri . Mungkin juga Allah belum menerima amalan kita, sehingga<span> </span>tidak menjadi sebab mendapat rahmat Allah tersebut, oleh itu teruskan usaha dan tingkatkan amal. Yakin kepada kemurahan Allah yang tiada terbatas dan carilah syafaat daripada Junjungan s.a.w.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lebih lanjut Imam jalaluddin As-suyuty menjelaskan dalam risalahnya yang berjudul &#8220;Husnul-Maqosid fi A&#8217;malil-Maulid : &#8220;orang pertama yang menyelenggarakan peringatan maulid Nabi SAW ialah Sultan Al-Mudzaffar, penguasa arbil (suatu tempat di Iraq sebelah timur / selatan kota mausil).peringatan tersebut dihadiri oleh para ulama terkemuka dan orang-orang sholeh dari kaum sufi. tiap tahun Al-Mudzaffar mengeluarkan biaya sebesar 300.000 dinar untuk peringatan maulid, dengan niat semata-mata untuk taqorrub kepada Alloh SWT Menurut kenyataan, tak seorang pun dari ulama dan orang-orang saleh yang hadir dalam peringatan itu mengingkari kebajikan dan fadilah peringatan maulid, bahkan semua merestui<span> </span>dan memuji prakarsa Sultan Mudzaffar, atas permintaan Sultan Mudzaffar, Ibnu Dahyah menulis sebuah kitab khusus mengenai maulid Nabi SAW dengan judul: &#8220;At-Tanwir fi Maulid Al-Basyir An-Nazdir&#8221;. kitab itu ditulis pada tahun 604 H. dan ternyata diakui kebaikannya oleh para ulama pada masa itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">•<span> </span>Syaikh DhiyaUddin Ahmad bin Sa`id ad-Darini dalam kitabnya &#8221; Thaharatul Qulub wal Khudu&#8217; li Allamil Ghuyub &#8221; menulis antara lain:-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mengingat atau memuji-muji Junjungan Nabi s.a.w. akan menambahkan keimanan, menerangi hati dan menyingkap rahasia kebijaksanaan Tuhan. Allah s.w.t. telah menetapkan cinta kepada Junjungan Nabi s.a.w. sebagai syarat untuk mencintai-Nya dan taat kepada-Nya sebagai ukuran kepatuhan kepada-Nya. Mengingat Junjungan Nabi s.a.w. juga berhubungan dengan mengingat Allah s.w.t. sebagaimana bai&#8217;ah kepada Junjungan Nabi s.a.w. juga berkait dengan bai&#8217;ah kepada-Nya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">•<span> </span>Sayyidisy-Syaikh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi dalam kitabnya &#8220;I`anatuth-Tholibin&#8221; jilid 3 halaman<span> </span>414 menyatakan antara lain:-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Telah berkata Imam al-Hasan al-Bashri qaddasaAllahu sirrah: &#8220;Aku berikan jika ada padaku seumpama gunung Uhud emas untuk kunafkahkan atas pembacaan mawlid ar-Rasul.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Telah berkata Imam al-Junaidi al-Baghdadi rhm.: &#8220;barang siapa yang hadir mawlid ar-Rasul dan membesarkan derajat baginda, maka telah sempurna imannya.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Telah berkata Syaikh Ma&#8217;ruuf al-Karkhi qds.: &#8220;barang siapa<span> </span>yang menyediakan untuk pembacaan mawlid ar-Rasul akan makanan, menghimpunkan saudara-saudaranya, menyalakan lampu-lampu, berpakaian baru, berwangi-wangian, berhias-hias, demi membesarkan mawlid Junjungan s.a.w., niscaya dia akan dihimpunkan oleh Allah ta`ala pada hari kiamat bersama-sama kumpulan pertama daripada para nabi dan jadilah dia berada pada derajat yang tinggi di syurga. Dan barang siapa yang telah membaca mawlid ar-Rasul s.a.w. di atas dirham-dirham perak atau emas, dan mencampurkannya bersama dirham-dirham lain, maka akan turun keberkahan dan tidaklah akan miskin pemiliknya serta tidak akan kosong tangannya dengan berkah mawlid ar-Rasul s.a.w.&#8221; Seterusnya Sidi Syatha dalam &#8220;I`anatuth-Tholibin&#8221; menyambung:-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan telah berkata al-Imam al-Yafi`i al-Yamani (sesetengah kitab tersilap cetak di mana huruf &#8220;ya&#8221; berubah kepada &#8220;syin&#8221; menyebabkan perkataan ini dinisbahkan kepada Imam asy-Syafi`i):- &#8220;barang siapa yang menghimpunkan untuk Mawlidin Nabi s.a.w. saudara-saudaranya, menyediakan makanan dan tempat serta berbuat ihsan sehingga menjadi sebab untuk pembacaan Mawlidir Rasul s.a.w., dia akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat berserta dengan para shiddiqin, syuhada` dan sholihin serta dimasukkan dia ke dalam syurga-syurga yang penuh keni&#8217;matan.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">•<span> </span>Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitabnya &#8220;al-Mawlid asy-Syarif al-Mu`adzdzham&#8221;, Syaikh Ibnu Zahira al-Hanafi dalam &#8220;al-Jami&#8217; al-Lathif fi Fasl Makkah wa ahliha&#8221;, ad-Diyabakri dalam &#8220;Tarikh al-Khamis&#8221; dan Syaikh an-Nahrawali dalam &#8220;al-I&#8217;lam bi a&#8217;lami Bait Allah al-haram&#8221;, menulis senario sambutan Mawlid Nabi s.a.w. di Makkah seperti berikut:-</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setiap tahun tanggal 12 Rabi`ul Awwal, selepas sembahyang Maghrib, keempat-empat qadhi Makkah (yang mewakili mazhab yang empat) bersama-sama orang banyak termasuk segala fuqaha, fudhala` (orang kenamaan) Makkah, syaikh-syaikh, guru-guru zawiyah dan murid-murid mereka, ru`asa&#8217; (penguasa-penguasa), muta`ammamin (ulama-ulama) keluar meninggalkan Masjidil Haram untuk pergi bersama-sama menziarahi tempat Junjungan Nabi s.a.w. dilahirkan. Mereka berarak dengan maelantunkan zikir dan tahlil. Rumah-rumah di Makkah diterangi cahaya pelita dan lilin. Orang yang turut serta amat banyak dengan berpakaian indah serta membawa anak-anak mereka. Setiba di tempat kelahiran tersebut, ceramah yang berkaitan<span> </span>Mawlidin Nabi disampaikan, serta kebesaran, kemuliaan dan mu&#8217;jizat Junjungan diceritakan. Setelah itu, doa untuk Sultan, Amir Makkah dan Qadhi Syafi`i dibacakan dengan penuh khusyu&#8217; dan khudu`. Setelah hampir waktu Isya`, barulah mereka berarak semula pulang ke Masjidil Haram untuk menunaikan sholat Isya`.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">•<span> </span>Imamul Mujtahiddin Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan : “kemulian hari mauled Nabi Muhammad S.a.w. dan diperingatinya secara berkala (berlanjut) sebagaimana yang di lakukan kaum muslimin tentu mendatangkan pahala besar, mengingat maksud dan tujuannya yang sangat baik, yaitu menghormati dan memuliakan kebesaran Nabi dan Rosul pembawa hidayat bagi semua ummat manusia”.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ringkasannya peringatan maulid Nabi adalah kegiatan yang sangat baik dan bermanfaat, karena itu kesempatan itu wajib digunakan untuk tujuan-tujuan yang baik. Lalu penyelenggaraan peringatan maulid tidak harus tepat pada tanggal 12 Rabi”ul awal dan tidak harus tepat pada hari senin, meskipun tanggal dan hari itu lebih afdhol. peringatan maulid dapat di lakukan kapan saja mengingat syari’at islam sama sekali tidak melarang bahkan menganjurkan serta memandangnya sebagai kebajikan yang perlu dilestarikan pengamalannya, karena besarnya manfaat yang dapat diambil dari kegiatan tersebut, baik bagi kepentingan agama islam maupun bagi kepentingan kaum muslimin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Wallohu A’lam Bi As-Shoab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sumber : “Al-Bayan Asyaafii Fi Mafahim Al-Khilaafii “ As-Sayyid<span> </span>Muhammad bin Husein Al-Hamid Al-Husaini.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rihael.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rihael.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rihael.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rihael.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rihael.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rihael.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rihael.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rihael.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rihael.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rihael.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=256&subd=rihael&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rihael.wordpress.com/2009/03/02/maulid-tanda-kegembiraan-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b62330ca4f82445c612987f6f54fe2b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rihael</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn0.google.com/images?q=tbn:i3VA9JA_V0QN-M:http://sachrony.files.wordpress.com/2008/01/habib-ali-bungur.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MAWLID NABI MUHAMMAD SAW</title>
		<link>http://rihael.wordpress.com/2009/03/02/mawlid-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://rihael.wordpress.com/2009/03/02/mawlid-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 04:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>san rihael</dc:creator>
				<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[mawlid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rihael.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[The Islamic Ruling on the Celebration of Al &#8211; Mawlid

 
 
All praise is due to Allaah. May He send salutations upon His Messenger Muhammad and exalt his mention 
 
There is nothing in the Qur’aan to say that we should celebrate Al-Mawlid, or the birthday of the Prophet sallallaahu ‘alaihi wa sallam. The Prophet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=250&subd=rihael&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><span style="text-decoration:line-through;"><strong>The Islamic Ruling on the Celebration of Al &#8211; Mawlid</strong></span></p>
<p style="text-align:center;margin:0 0 .0001pt;" align="center"><strong><span style="font-size:16pt;font-family:Georgia;" lang="EN-GB"><em><br />
</em> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">All praise is due to Allaah. May He send salutations upon His Messenger Muhammad and exalt his mention </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">There is nothing in the <em>Qur’aan</em> to say that we should celebrate <em>Al-Mawlid</em>, or the birthday of the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>. The Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> himself did not do this or command anyone to do it, either during his lifetime or after his death. Indeed, he told us not to exaggerate about him as the Christians had exaggerated about Jesus, peace be upon him. He <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> said: <strong><em><span style="color:green;">“Do not exaggerate about me as the Christians exaggerated about the son of Maryam. I am only a slave, so call me ‘The slave of Allaah and His Messenger.’”</span></em></strong> <em>(Bukhaari).</em> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">What has been reported is that the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> made the day of his birth a day of worship, which is very different to celebration. He was asked about fasting on Mondays, and he replied: <strong><em><span style="color:green;">“That is the day on which I was born and the day on which I was entrusted with the Mission (or when I was first given Revelation).”</span></em></strong> <em>(Muslim, al-Nasaa’i and Abu Daawood). </em></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">Moreover, we know that the <em>Sahaabah</em>, may Allaah be pleased with them, were those who loved the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> the most. Was it reported that <em>Abu Bakr</em>, may Allaah be pleased with him, who was the closest of all people to him and the one who loved him the most, celebrated the birthday of the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>? Was it reported that ‘<em>Umar</em>, may Allaah be pleased with him, who ruled for twelve years, or ‘<em>Uthmaan</em>, did this? Was it reported that ‘<em>Ali</em>, his cousin and son-in-law, did this? Was it reported that any other of the <em>Sahaabah</em> did this? No, by Allaah! Is it because they were not aware of its importance, or did they not truly love the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>? Nobody would dare say such a thing except one who has gone astray and is leading others astray.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">Did any of the <em>Imaams</em> – <em>Abu</em> <em>Haneefah</em>, <em>Maalik</em>, <em>Al-Shaafi’i</em>, <em>Ahmad, Al-Hasan Al-Basri, Ibn</em> <em>Seereen</em>, may Allaah have mercy upon them all, do this or command others to do it or say that it was good? By Allaah, no! It was not even mentioned during the first and best three centuries of Islaam. The Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> said: <strong><em><span style="color:green;">“The best of mankind are my generation (or my century), then those who come after them, then those who come after them. Then there will come people who will not care if their testimony comes before their oath or vice versa (i.e., they will not take such matters seriously).”</span></em></strong> <em>(Bukhaari, Muslim and At-Tirmidhi).<span id="more-250"></span></em> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">The celebration of the Prophet’s birthday appeared many centuries later, when many of the features of the true religion had vanished and <em>Bid’ah</em> had become widespread. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">Thus this celebration apparently became a sign of one’s love for the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>. But can it be possible that the <em>Sahaabah</em>, the <em>Imaams</em> and the people of the best three centuries were unaware of it, and it was only those who came later who were aware of its importance?! What the <em>Qur’aan</em> tells us is that love of the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> can only be demonstrated by following the guidance that he brought. Allaah says that which translates as: <strong><em><span style="color:maroon;">“Say, [O Muhammad]: &#8216;If you should love Allaah, then follow me, [so] Allaah will love you and forgive you your sins. And Allaah is Forgiving and Merciful&#8217;. Say: &#8216;Obey Allaah and the Messenger.&#8217; But if they turn away – then indeed, Allaah does not like the disbelievers.”</span></em></strong><em> (Aal ‘Imraan: 31-32).</em></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">The first of these verses explains that love is just a claim, but the proof of sincerity is following what the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> brought. The second verse reaffirms the importance and necessity of obeying Allaah and His Messenger. Hence Allaah ended the <em>Aayah</em> with a very stern warning in which those who refuse to obey Him are described as <em>Kaafirs</em>, and Allah does not love the disbelievers. We ask Allaah to keep us safe from that. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">The Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> warned us of the dangers of disobeying him, and the danger of adding to what he brought. The celebration of <em>Al-Mawlid</em> or his birthday is indeed an addition to what he brought – as all the scholars agree. He said: <strong><em><span style="color:green;">“The best of speech is the Book of Allaah, and the best of guidance is the guidance of Muhammad. The most evil of things are those which are newly-invented (in religion), and every innovation is a going astray.” </span></em></strong><em>(Muslim &amp; An-Nasaa’i).</em></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">Many people have asked about the ruling concerning celebrating the birthday of the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>, standing up for him, sending peace and blessings upon him and reading verses from the <em>Qur’aan</em> during such celebrations, holding gatherings of remembrance and doing various things to show their joy, reciting poems and other things that are done to commemorate <em>Al-Mawlid</em> which many people celebrate on the twelfth day of <em>Rabee’ Al-Awwal </em>of each <em>Hijri</em> year.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">The answer is that it is not permitted to celebrate the birthday of the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>, or that of any other person, because this is a matter that has been innovated in the religion. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">The Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> did not do this, neither did his successors, the Rightly-Guided <em>Khaleefahs, </em>or <em>Al-Khulafaa’ Al-Raashidoon</em>, or others among his companions, may Allaah be pleased with them, or those who followed them exactly in faith during the best centuries of Islaam – these are the people who had the best knowledge of the <em>Sunnah</em> of the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>, who loved him the most and followed the <em>Sharee’ah</em> most perfectly, far better than any who came after them. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">It is proven that the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> said: <strong><em><span style="color:green;">“Whoever innovates something in this matter of ours </span>(i.e., Islaam)<span style="color:green;">, will have it rejected” </span></em></strong>i.e., it will be thrown back at him. In another <em>Hadeeth</em>, he <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> said: <strong><em><span style="color:green;">“I advise you to adhere to my Sunnah and the way of the rightly-guided successors </span>(Al-Khulafaa’ Al-Raashidoon)<span style="color:green;"> who will come after me, and to cling stubbornly to it. Beware of newly-invented things </span>(in religion)<span style="color:green;">, for every newly-invented thing is an innovation and every innovation is a going astray.”</span></em></strong> These two <em>Ahaadeeth</em> contain a very stern warning against coming up with innovations (<em>Bid’ah</em>) and acting on them. Allaah says in His clear Book that which translates as:</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> <strong><em><span style="color:maroon;">“… And whatever the Messenger has given you – take; and what he has forbidden you – refrain from …”</span></em></strong><em> (Al-Hashr: 7).</em></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;color:maroon;" lang="EN-GB"> </span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;color:maroon;" lang="EN-GB">“… So let those beware who dissent from his [i.e., the Prophets] order, lest trails and affliction strike them, or a painful punishment.”</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> (Al-Noor: 63).</span></em></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;color:maroon;" lang="EN-GB"> </span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;color:maroon;" lang="EN-GB">“There has certainly been for you in the Messenger of Allaah an excellent example for anyone whose hope is in Allaah and the Last Day and [who] remembers Allaah often.”</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> (Al-Ahzaab: 21).</span></em></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;color:maroon;" lang="EN-GB"> </span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;color:maroon;" lang="EN-GB">“And the first forerunners [in the faith] among the the Muhaajiroon (those who migrated to Madeenah from Makkah) and the Ansaar (the citizens of Madeenah who helped and gave aid to the Muhaajiroun) and those who followed them with good conduct – Allaah is pleased with them and they are pleased with Him, and He has prepared for them gardens beneath which rivers flow, wherein they will abide forever. That is the great attainment.”</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> (Al-Tawbah: 100).</span></em></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;color:maroon;" lang="EN-GB"> </span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;color:maroon;" lang="EN-GB">“… This day, I have perfected for you your religion and completed My favour upon you and have approved for you Islaam as your religion…”</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> (Al-Maa’idah: 3).</span></em></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">There are many other verses from the <em>Qur&#8217;aan</em> that convey the same meaning. Innovating things like <em>Al-Mawlid</em> implies that Allaah did not complete the religion for the Muslim nation, and that the Messenger <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> failed to convey to this nation all that he should have done. In fact, it implies that the religion was not completed until these people came along later and innovated in the religion things that Allaah had not permitted, claiming that these were things that would bring them closer to Allaah. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">Without a doubt, this is a very serious matter, which indicates opposition and resistance towards Allaah and His Messenger <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>. Allaah has perfected the religion for His slaves and completed His favour upon them. The Messenger <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> has conveyed the Message clearly, and there is no way of reaching Paradise or avoiding Hell that he has not explained to his nation, as is clear from the <em>Saheeh</em> <em>Hadeeth</em> narrated by <em>‘Abullaah ibn ‘Amr</em> may Allaah be pleased with him and his father, where the Messenger of Allaah<em> sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> said: <strong><em><span style="color:green;">“Allaah has not sent any prophet but it was his duty to point out to his nation the best of what he knew, and to warn them against the worst of what he knows.”</span></em></strong><em> (Muslim).</em> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">It is well known that our Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> is the best and the seal of the Prophets, the most eloquent and the most sincere in advice. If celebrating his birthday had been a part of the religion which Allaah liked, His Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> would have told his nation about it, and he would have celebrated it during his lifetime, or his companions would have done so after his death. Since nothing of the kind happened, we know that this is not part of Islaam at all; rather it is one of the innovations about which the Messenger <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> warned his nation about, as stated in the two <em>Ahaadeeth</em> quoted above. Other <em>Ahaadeeth</em> also convey the same meaning, such as the words spoken by the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> in his Friday sermons: <strong><em><span style="color:green;">“… The best of speech is the Book of Allaah and the best of guidance is the guidance of Muhammad (sallallaahu ‘alaihi wa sallam). The most evil of things are those which are newly-invented (in religion), and every innovation is a going astray.”</span></em></strong> <em>(Muslim).</em></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">There are many <em>Qur&#8217;aanic</em> verses and <em>Ahaadeeth</em> which say the same thing. A group of scholars have condemned the practice of celebrating the Prophet’s birthday and warned against it, in accordance with the evidence quoted above and other texts. Some of the later scholars went against this and allowed these celebrations as long as they did not involve anything forbidden such as exaggerating about the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>, free-mixing between men and women, musical instruments, etc. They thought that this was a kind of <em>&#8216;Bid’ah Hasanah</em> (good innovation)<em>&#8216;</em>. But the rule is to refer disputed matters to the Book of Allaah and the <em>Sunnah</em> of His Messenger Muhammad <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>) as Allaah says that which translates as:</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;color:maroon;" lang="EN-GB"> </span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;color:maroon;" lang="EN-GB">“O you who have believed, obey Allaah and obey the Messenger and those in authority among you. And if you disagree over anything, refer it to Allaah and the Messenger, if you should believe in Allaah and the Last Day. That is the best [way] and best in result.”</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> (Al-Nisaa’: 59).</span></em></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">Therefore, let us refer this matter of celebrating the birthday of the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>, to the Book of Allaah. We find that the <em>Qur’aan</em> commands us to follow the Messenger in that which he has brought to us, and warns us to shun that which he has forbidden, and it tells us that the religion of Islaam has been completed and perfected for this nation. This celebration is not a part of that which the Messenger <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> brought, so it is not a part of this religion which Allaah has perfected for us and in which He has commanded us to follow his Messenger. Let us also refer this matter to the <em>Sunnah</em> of the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>: we will find that he did not do this, or command others to do it, and his Companions, may Allaah be pleased with them all, did not do it either. So it is not part of the religion; it is a newly-invented innovation, and an imitation of the Jews and Christians in their festivals. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">Therefore, it should be clear to anyone who has the slightest common sense, sincere desire for the truth and open-mindedness, that celebrating the birthday of the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> is not a part of Islaam; it is an innovation, which Allaah and His Messenger <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> warned us against and ordered us to shun. </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">A wise person should not be swayed by the fact that so many people all over the world do this. The truth is not known by the number of people who follow it; it is known through the evidence of the <em>Sharee’ah</em>, as Allaah says of the Jews and Christians that which translates as: <strong><em><span style="color:maroon;">“And they say: ‘None will enter Paradise except one who is a Jew or a Christian.’ That is [merely] their wishful thinking. Say: &#8216;Produce your proof, if you should be truthful.’” </span></em></strong><em>(Al-Baqarah: 111).</em></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;color:maroon;" lang="EN-GB"> </span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><strong><em><span style="font-family:Georgia;color:maroon;" lang="EN-GB">“And if you obey most of those upon the earth, they will mislead you from the way of Allaah. They follow nothing except assumption, and they do nothing but lie.”</span></em></strong><em><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> (Al-An’aam: 116).</span></em></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">Most of these <em>Al-Mawlid</em> celebrations, besides being <em>Bid’ah</em>, also contain other sinful practices, such as the free mixing of men and women, use of songs and musical instruments, consumption of alcohol and other intoxicants, and other evils. They could even involve something worse, which is <em>Al-shirk Al-Akbar</em>, in the form of exaggeration about the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> or other <em>Awliyaa’</em> (the so-called &#8217;saints&#8217;). They may even pray to him or call out for his help and support, claiming that he knows the unseen, and other forms of <em>Kufr</em> which many people indulge in when they celebrate the birthday of the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> or others whom they call <em>Awliyaa’</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">The Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> said, as narrated by<em> ‘Umar, </em>may Allaah be pleased with him: <strong><em><span style="color:green;">“Beware of going to extremes in religion, for those who came before you were destroyed by their going to extremes in religion.”</span></em></strong> He also said: <strong><em><span style="color:green;">“Do not exaggerate about me as the Christians exaggerated about the son of Maryam. I am only a slave, so call me &#8216;the slave and Messenger of Allaah.’”</span></em></strong> <em>(Bukhaari).</em> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">It is most strange indeed that many people make huge efforts to attend these innovated gatherings and to defend them, when they do not do this in the case of the duties that have been enjoined on them like attending <em>Jumu’ah</em> (Friday) prayers and all other prayers in congregation; they do not care about these duties and do not think that they are doing anything wrong. There is no doubt that this is due to weakness of faith, lack of understanding and the effects of sins piling up on one&#8217;s heart. We ask Allaah to keep us and all the Muslims safe from that.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">Some of them think that the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> actually attends the <em>Al-Mawlid</em> celebration, so they stand up to greet and welcome him. This is a serious falsehood and a form of gross ignorance. The Messenger of Allaah <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> will not come out of his grave, or contact anybody, or attend any gatherings. He will remain in his grave until the Day of Resurrection, and his soul is in the highest <em>‘Illiyoon</em> (in Paradise), with his Lord in the abode of honour, as Allaah says that which translates as: <strong><em><span style="color:maroon;">“Then indeed, after that you are to die.”</span></em></strong><em> (Al-Mu’minoon: 15). </em></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">The Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> said: <strong><em><span style="color:green;">“I will be the first whose grave will be opened on the Day of Resurrection, and I will be the first to intercede and the first to be asked to intercede.”</span></em></strong> This <em>Qur&#8217;aanic</em> verse and <em>Hadeeth</em>, and others that say the same thing, all indicate that the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> and everyone else who has died will only emerge from their graves on the Day of Resurrection. This is something on which all the Muslim scholars agree; there is no controversy here. Every Muslim should pay attention to these matters and be careful to avoid the innovations and illusions introduced with no authority from Allaah by those who are ignorant. Allaah is the One whom we ask for help, and in Him we put our trust. There is no power and no strength except with Him.</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">Sending prayers and blessings upon the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> is one of the righteous deeds that bring a person closer to Allaah, as He says that which translates as: <strong><em><span style="color:maroon;">“Indeed, Allaah confers blessing upon the Prophet, and His angels [ask Him to do so]. O you who have believed, ask [Allaah to confer] blessing upon him and ask [Allaah to grant him] peace..” </span></em></strong><em>(Al-Ahzaab 33:56)</em></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0 0 .0001pt;"><span style="font-family:Georgia;" lang="EN-GB">The Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> said: <strong><em><span style="color:green;">“Whoever sends one blessing on me, Allaah will send ten on him.” </span></em></strong>This sending of blessings is recommended on all occasions, and is prescribed at the end of every prayer – indeed, according to all scholars, it is obligatory in the final <em>Tashahhud</em> of every <em>Salaah</em> (prayer), and it is <em>Sunnah Mu’akkadah</em> (confirmed <em>Sunnah</em>) on a number of other occasions, such as after the <em>Adhaan</em>, when the Prophet <em>sallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> is mentioned, and during the day and night of Jumu’ah (i.e. from <em>Maghrib</em> on Thursday until <em>Maghrib</em> on Friday), as is indicated in a number of <em>Ahaadeeth</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rihael.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rihael.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rihael.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rihael.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rihael.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rihael.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rihael.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rihael.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rihael.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rihael.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rihael.wordpress.com&blog=5945585&post=250&subd=rihael&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rihael.wordpress.com/2009/03/02/mawlid-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b62330ca4f82445c612987f6f54fe2b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rihael</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>